Sejak menonton Aamir Khan di film Three Idiots, aku langsung tertarik kepadanya. Maka jelas saja film baru Aamir Khan yang berjudul PK membuatku penasaran. Berhubung sedang libur dan senggang, aku pun menyaksikan film ini di laptop dan wow! Sekali lagi, WOW!
Film ini luar biasa. Kandungan nilai dan filosofi yang tersirat di dalamnya sangat inspiratif dibungkus dengan cerita yang menarik dan lucu serta ending yang tidak terduga.
Seorang alien (Aamir Khan) yang berasal dari planet yang persis dengan bumi datang berkunjung ke bumi untuk melakukan penelitian. Setibanya di bumi, kalung yang merupakan remote control untuk memanggil kembali pesawatnya dicuri orang. Akibatnya ia tidak bisa pulang.
Alien ini sama sekali tidak mengerti bahasa dan cara kerja bumi sehingga ia disebut pheekay (PK) atau mabuk. Perlahan ia mempelajari bagaimana manusia bumi bekerja, mulai dari cara berpakaian, cara bertahan hidup dengan mengumpulkan uang, sampai yang paling membuatnya bingung yaitu permasalahan agama dan Tuhan. Kemudian ia bertemu dengan seorang reporter bernama Jaggu yang bosan dengan berita murahan yang harus ia karang. Jaggu tertarik dengan keunikan cara pikir PK dan ingin mengangkatnya dalam acara berita.
Film ini menggambarkan manusia yang hadir di dunia dalam keadaan telanjang tanpa latar belakang budaya, agama, dan segala perbedaan. Namun setelah lahir, dunia mengajarkan berbagai perbedaan. Setiap manusia seakan harus terkotak-kotak dalam agama, suku, dan ras. Setiap manusia dipaksa untuk menaati Tuhan yang dianggap paling benar. Muncul stereotip tentang kaum-kaum tertentu dan dengan penuh kepercayaan menyatakan bahwa kaumnya yang paling benar. Manusia akhirnya rela saling menipu, memeras, bahkan membunuh hanya demi "melindungi" kaumnya, yang dianggap paling benar.
Satu adegan yang paling berkesan di hati saya adalah ketika Tuan Tapasvi, seorang tokoh agama yang mengaku dapat berbicara dengan Tuhan, berkata, "Kamu menyerang Tuhanku dan berharap kami akan diam saja. Aku akan melindungi Tuhanku." Lalu PK menjawab, "Kamu ingin melindungi Tuhan? Kamu hanya sebagian kecil dari dunia ini, tinggal di planet yang kecil, jalanan yang kecil seperti ini ingin melindungi Tuhan yang menciptakan alam semesta yang sangat besar. Tuhan tidak butuh kamu melindunginya." Ya, terkadang manusia begitu sombong ingin melindungi "Tuhan"nya, padahal sebenarnya hanya melindungi ego semata.
Salah sambung. Bagaikan telepon yang salah sambung, manusia sering salah dalam menafsirkan segala sesuatu, termasuk tentang Tuhan. Ada begitu banyak "Tuhan" di dunia ini. Sering manusia bertanya di dalam hari, "Tuhan" manakah yang harus ia percaya.
"Menurutku ada dua Tuhan di dunia ini. Satu, Tuhan yang menciptakan kita semua. Kedua, Tuhan yang kau ciptakan. Tuhan yang menciptakan kita, percayalah kepada-Nya. Sedangkan Tuhan yang kau ciptakan, itulah salah sambung yang paling berbahaya."