Hampir satu tahun
Sejak malam kelabuku
Yang kukira akhir duniaku
Malam di mana rembulan pergi tanpa menoleh
Menyisakan remang
Kecil, berpendar, hilang
Hingga tinggal aku dan sepotong bayang-bayang
Aku bertanya pada sang waktu
Bilamana gelap ini berlalu
Dia diam, bisu
Aku menangis
Kepada sang waktu aku mengemis
Bawa aku kembali
Aku merindu terang rembulan yang manis
Sekali lagi sang waktu tak menggubris
Gelap, masih gelap
Mata mengerjap
Gelap
Kembali aku mengerjap
Gelap
Air mata ku usap
Bukankah gelap ini menyeramkan?
Mengapa kini terlihat menawan?
Ada damai yang berhembus di ulu hatiku
Aku menoleh pada sang waktu
Tersenyum, mengangguk
Tidak perlu aku menangisi rembulan
Yang menelantarkan dalam bayang
Mata ini hanya perlu terbiasa
Terpesona akan indahnya gelap malam
No comments:
Post a Comment