Wednesday, August 12, 2015

Terbiasa Gelap Malam

Hampir satu tahun
Sejak malam kelabuku
Yang kukira akhir duniaku

Malam di mana rembulan pergi tanpa menoleh
Menyisakan remang 
Kecil, berpendar, hilang
Hingga tinggal aku dan sepotong bayang-bayang

Aku bertanya pada sang waktu
Bilamana gelap ini berlalu
Dia diam, bisu

Aku menangis
Kepada sang waktu aku mengemis
Bawa aku kembali 
Aku merindu terang rembulan yang manis
Sekali lagi sang waktu tak menggubris

Gelap, masih gelap
Mata mengerjap

Gelap
Kembali aku mengerjap

Gelap
Air mata ku usap
Bukankah gelap ini menyeramkan?
Mengapa kini terlihat menawan?

Ada damai yang berhembus di ulu hatiku
Aku menoleh pada sang waktu
Tersenyum, mengangguk

Tidak perlu aku menangisi rembulan
Yang menelantarkan dalam bayang
Mata ini hanya perlu terbiasa
Terpesona akan indahnya gelap malam















No comments:

Post a Comment