Thursday, January 29, 2015

Jerat

Aku diam
Duduk di tepi dermaga
Menatap ke arah samudera
Di mana bayang perahu kecil itu terakhir kulihat
Menggenggam sepotong rindu yang telah basah 
Mendekapnya erat 

Angin malam datang membisik
Menyuruhku pulang
Namun tiada sanggup aku beranjak
Kakiku berat bagai terjerat
Malam selimut pekat

Aku diam
Duduk di tepi dermaga
Menangis akan sakitnya jerat yang mengikat
Namun siapa hendak kusalahkan
Ke dalam jerat yang kutahu menyiksa
Kubelenggu diriku secara sukarela di dalamnya

No comments:

Post a Comment